Minggu, 21 April 2019

Tarik Tunai Dengan M-Banking

Sekarang M-banking BCA sudah menyediakan fitur baru ke pada para penggunanya yaitu fitur tarik tunai melalui aplikasi mobile banking. Dimana, dengan fitur ini kita bisa menarik uang dari mesin ATM tanpa menggunakan kartu ATM sama sekali. Dimana, hanya bermodalkan smartphone yang memiliki koneksi internet dan M-banking saja kita sudah bisa tarik tunai.

Jadi kita tidak perlu untuk capek-capek keluarin kartu lagi kalau pengen tarik tunai. Kita bisa langsung tarik uang lewat M-banking saja. Dimana, fitur ini sudah tersedia di hampir semua mesin ATM yang ada di Indonesia, palingan hanya mesin ATM yang model lama saja yang belum menyediakan layanan tarik tunai melalui layanan M-banking ini.

Menurut gua layanan tarik tunai melalui fitur M-banking ini sangat membantu gua sekali dalam kehidupan sehari-hari. Dimana Gua adalah salah satu orang yang sangat sering kelupaan untuk bawa sesuatu, dimana salah satu dari sekian banyak yang sering gua lupa bawa adalah dompet.

Tapi, walau gua sering lupa bawa dompet, kalau urusan hp gua selalu inget bawa dan enggak pernah lupa. Ga tau kenapa, tapi gua rasa sebagian besar kalian juga pasti kaya gitu. Nah karena gua suka lupa bawa dompet, otomatis gua juga pasti ga bawa kartu debit gua.

Misalnya kalau enggak ada layanan M-banking ini pasti gua udah pusing deh mau nyari duit dimana, memang bisa sih kita minjem orang yang ada di dekat kita, cuman ya pasti gak enak lah sama orang itu, apalagi kalau sampai lupa bayar.

Walaupun sekarang ini memang sudah ada banyak aplikasi bebasis fintech yang dapat kalian install di smartphone kalian dan bisa kalian gunakan untuk pengganti uang tunai. Tetapi, tetap saja yang tunai masih sangat penting dan diperlukan, misalnya untuk bayar parkir di kampus gua, atau untuk beli permen di warung abang pinggir jalan.

Salah satu kejadian yang pernah gua alamin sendiri, yaitu pas gua lupa bawa dompet saat pergi kuliah. Gua baru sadar kalau gua enggak bawa dompet saat gua udah mau pulang, lebih tepatnya pas saat nyari dompet untuk bayar uang parkir yang cuman 2 ribu rupiah saja.

Otomatis bingung deh, mau bayar uang parkir yang cuman 2 ribu itu gimana, soalnya ga ada sepeser pun duit tunai yang gua bawa, dan tempat parkir di universitas gua juga cuman menerima pembayaran tunai. Dan lagi, enggak ada orang yang sama sekali gua kenal buat dipalakin 2 ribu.

Untung aja gua keinget bisa tarik tunai lewat M-banking ini, walaupun terpaksa gua harus tarik uang sebesar 50 ribu, dimana duit itu cuman kepake 2 ribu buat bayar uang parkir aja. Ya, tapi mau gimana lagi, soalnya minimal penarikan yang paling kecil ya cuman 50 ribu.

Memang sekarang ini udah ada banyak banget aplikasi-aplikasi yang bisa untuk tarik tunai juga, misalnya kita bisa tarik tunai lewat driver Go-Jek, atau lewat alfamart. Tapi tetap aja, menurut gua cara itu dua jauh lebih ribet dibanding tarik tunai lewat ATM.

Oh iya, buat menggunakan layanan tarik tunai lewat M-banking ini, tentunya kalian harus mengaktifkan layanan M-banking terlebih dahulu di smartphone kalian. Untuk registrasi M-banking sendiri kalian tidak bisa download dan langsung daftar begitu saja seperti OVO, Go-Pay atau sejenisnya. Dimana, kalian harus datang ke cabang BCA terdekat (ke bagian CSO lebih tepatnya) atau sekarang sudah bisa langsung daftar langsung di mesin ATM.

Singkat cerita, menurut gua, fitur tarik tunai dengan M-banking ini sangat membantu kehidupan gua sehari-hari, walau memang sedikit lebih ribet dibanding tarik tunai pakai kartu ATM, tapi sangat membantu saat lupa bawa dompet dan butuh uang tunai saat itu juga.

Sebelum mengakhiri postingan ini, gua juga mau jelasin secara singkat tentang cara tarik tunai lewat M-banking BCA yang gua bagi jadi 2 tahap yang harus kalian lakukan di aplikasi M-banking dan pas saat di mesin ATM nya langsung.

Cara tarik tunai lewat M-banking BCA

1. Persiapan M-banking

Pertama-tama buka aplikasi BCA mobile kalian, lalu pilih m-BCA, nanti kalian akan diminta untuk memasukkan kode akses kalian. Setelah berhasil masuk, pilih menu tarik tunai, lalu pilih nominal tarik. Setelah itu, pada tampilan selanjutnya akan muncul lagi nominal yang ingin kalian tarik, pastiin sesuai dengan jumlah uang yang ingin kalian tarik. Jika sama, bisa langsung tekan OK, dan nanti kalian akan diminta untuk memasukkan pin ATM kalian. Terakhir, jika berhasil kalian akan memperoleh kode 6 digit yang bakal digunain pas di mesin ATM nanti.

2. Saat di Mesin ATM

Kalau udah dapat 6 digit kode akses dari M-banking, kalian bisa langsung datang ke mesin ATM terdekat. Sesudah sampai di mesin ATM, pilih transaksi tanpa kartu (biasanya di bagian pojok kanan bawah). Lalu, pilih BCA mobile. Nanti kalian akan diminta untuk memasukkan nomor telepon, masukkan lah nomor telepon yang terdaftar pada layanan M-banking anda, jangan nomor lain apalagi nomor mantan. Setelah input nomor telepon, baru kalian akan diminta untuk memasukkan kode 6 digit yang udah kalian dapat di aplikasi M-banking tadi.

Selesai, uang akan keluar dari mesin ATM sesuai nominal transaksi yang anda keluar. Kalau uang yang keluar kurang kalian bisa langsung protes ke satpam yang biasa jaga ATM, tapi kalau lebih ya rezeki namanya

Sekian panduan singkat yang tidak berfaedah untuk dibaca, nah buat info lebih jelasnya bisa langsung ditonton video ini saja, jadi waktu kalian tidak terbuang sia sia.

Jumat, 19 April 2019

Diawas Ujian Oleh Murid Sendiri

Hari rabu tanggal 10 April lalu gua baru saja ujian mata kuliah seminar manajemen keuangan, hanya saja ada 1 hal yang sedikit janggal menurut gua dimana pengawas ujiannya adalah murid gua sendiri. Mungkin pada bertanya, Lah kok bisa? Nah jadi begini penjelasannya.

Kejadian ini terjadi saat gua lagi kuliah di semester yang ke-6 di universitas tarumanagara. Jadi, di universitas tarumanagara ada yang namanya istilah pengajar laboratorium, dimana mereka bertugas untuk mengajarkan kepada mahasiswa pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan hitungan untuk mata kuliah tertentu. Dimana jabatan pengajar laboratorium ini boleh diambil oleh semua mahasiswa sendiri dengan kriteria tertentu dan harus lolos ujian seleksi dan wawancara tentunya.

Dan kebetulan, gua adalah salah satu dari pengajar laboratorium manajemen dimana pelajaran yang gua ajar adalah mata kuliah penganggaran perusahaan. Inilah alasan kenapa gua bilang kalau gua punya murid sendiri.

Selain mengajar, pengajar laboratorium manajemen juga bertugas untuk mengawas kelas yang diajarnya pada saat ujian tengah maupun ujian akhir berlangsung. Sebenarnya agak aneh menurut gua sebagai mahasiswa dimana gua juga bertugas untuk mengawas ujian mahasiswa lain apalagi kalau satu angkatan, dan bahkan ada juga terkadang yang lebih tua dari gua sendiri.

Tapi karena digaji, jadi apa boleh buat mau aneh atau tidak aneh pun lanjut aja. Toh kerjaan gua cuman bagiin berkas trus tinggal duduk aja selama dua jam, digaji lagi.

Nah, lanjut ke topik, kan gua kira kalau pengajar laboratorium cuman boleh mengawas kelas yang diajarnya sendiri, cuman karena banyak dosen yang tidak mau mengawas ujian, jadi banyak pengajar laboratorium yang ditugaskan untuk mengawas ujian.

Dan kebetulan murid gua yang juga pengajar laboratorium manajemen ini ternyata yang mendapat jadwal mengawas di ujian seminar manajemen keuangan yang lagi gua ambil ini. Jadi ya begitu, gua diawas oleh murid sendiri.